Sejarah Dan Undang-undang Pengaplikasian Aqiqah

Berdasarkan bahasa, Ibadah Aqiqah berarti \”memotong\”. Pada mulanya, Ibadah Aqiqah dirujuk ke pemotongan rambut bayi di kepala bayi tepat setelah bayi dilahirkan oleh ibunya. Rambut itu di ucap Aqiqah sebab semestinya dicukur. Menurut ketentuan, Ibadah Aqiqah merupakan binatang yang disembelih saat bayi lahir. Penyembelihan itu dinamai Ibadah Aqiqah adalah sebab binatang itu disembelih pada hari bayi dicukur rambutnya. Melainkan sebelum kita lanjut, mungkin anda juga perlu mengenal Paket Aqiqah Purwakarta terbaik dengan harga relatif murah.

Bagaimana sejarah Ibadah Aqiqah dimulai?

Orang-orang selama masa jahiliyah, sebelum kedatangan Islam, sudah menyembelih seekor kambing untuk merayakan kelahiran bayi laki-laki. Mereka juga mencukur rambut bayi, lalu mereka mengusap kepala bayi dengan darah kambing yang disembelih. Sesudah kedatangan Islam, praktik itu dilarang oleh Rasulullah salallahu \’alaihi wa salam. Beliau meminta orang-orang Arab pada masa itu untuk mengganti darah yang diusapkan ke kepala bayi dengan parfum minyak kesturi di kepala bayi yang baru lahir. jadi, aqiqah konsisten di lakukan pada masa islam, hanya saja darah yang diusapkan ke kepala bayi di ganti dengan parfum.

Dikala kita mengamati penjelasan tentang sejarah Ibadah Aqiqah di atas, kultur Ibadah Aqiqah yaitu kultur yang telah diterima oleh Islam dengan beberapa perbaikan pada komponen tertentu.

Apa hukum penggunaan Ibadah Aqiqah?

Tertib menggunakan Ibadah Aqiqah untuk buah hati-anak yang baru lahir merupakan \”sunnah muakkad\” dan sangat dianjurkan dalam Islam. Pendapat tersebut ialah anggapan “jumhur imam-imam” dan pakar tata tertib Islam atau “Pakar fiqih”. Karena itu orang tua semestinya memakainya bila mereka kapabel mempertahankan \”Sunnah\” Rasulullah salallahu \’alaihi wa salam.

Apa perbedaan antara Ibadan Aqiqah dengan Ibadah Qurban?

Di antara perbedaan yang ada antara Ibadah Aqiqah dan Ibadah Qurban yakni:

1. Permintaan untuk melaksanakan Ibadah Aqiqah hanya sekali seumur hidup, meski Ibadah Qurban yakni \”Sunnah\” yang seharusnya dilaksanakan setiap tahun merupakan pada Hari Raya Aidil Adha.

2. Daging yang disembelih dari Ibadah Aqiqah didistribusikan setelah dimasak, sedangkan daging yang disembelih dari Ibadah Qurban yakni untuk didistribusikan dalam kondisi mentah.

3. Tidak ada anjuran untuk mematahkan tulang hewan yang disembelih untuk Ibadah Aqiqah, di sisi lain, itu tidak dilarang pada hewan yang disembelih untuk Ibadah Qurban.

4. Terdapat sunnah untuk menyampaikan kaki kanan hewan yang disembelih untuk Ibadah Aqiqah kepada bidan yang membantu ibu saat melahirkan bayi, berbeda dengan Ibadah Qurban tanpa sunnah seperti itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *